Jumat, 29 Februari 2008
Senin, 25 Februari 2008
Muslim Philosophy

Muhammad Iqbal
Professor Allama Dr. Muhammad Iqbal
Professor Allama Dr. Muhammad Iqbal
Iqbal stands alone in the post classical period of Islamic philosophy as a reviver of the discipline within the Muslim world. He is the only Islamic philosopher to make a serious attempt at grabbling with the problems of modern western philosophy within an Islamic context. His thought has been extremely influential throughout the Islamic world today.
Iqbal introduces his notion of Khudi, or self. Arising from a desire to awaken the Muslim Ummah and drawing upon inspiration from western existentialists like Nietzsche, and Muslim spiritual teachers he empowers the Muslim individual. Beyond its superficial, and important, role as a motivator for Muslims Khudi embodies a deep philosophical concept prevalent throughout his philosophical writings.
Iqbals breadth and depth of knowledge is truly remarkable. Being educated both in the east and the west gave him a unique perspective to tackle the problems of modern times. Below we sample some of his work, and some work related to him. Iqbal wrote in English, Urdu and Farsi. Many links below are compliments of the Iqbal Academy.
Selasa, 19 Februari 2008
WALI

Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali.
Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 putra: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah.
Ketika wafat, beliau dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak (Bintara). Makam ini hingga sekarang masih ramai diziarahi orang.
Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 putra: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah.
Ketika wafat, beliau dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak (Bintara). Makam ini hingga sekarang masih ramai diziarahi orang.
My City
Aku dilahirkan 22 Maret 1988 di kota Surabaya, yaitu kota tempat asal para pejuang atau kota pahlawan. Ayahku adalah orang Madura, dan ibuku adalah orang Jawa. Tapi aku biasa menyebut diriku "Arek Suroboyo" atau "Bonek".
Senin, 18 Februari 2008
Langganan:
Postingan (Atom)








